Bank Nagari Didorong Percepatan Konversi ke Bank Syariah


Betrans.com (jakarta)- Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Barat (MES Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) dari bank konvensional ke bank syariah.


“Setelah dilantik September lalu, yang pertama kita lakukan adalah mendorong percepatan konversi Bank Nagari ke bank syariah,” ujar Mahyeldi Ketua MES Sumatera Barat pada Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) MES 2018 di Menara Bank BTN Jakarta, Kamis (13/12/2018).


Dijelaskan, Pemerintah Kota Padang bersama pemerintah kabupaten/kota di Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumbar selaku pemilik saham Bank Nagari juga telah sepakat konversi Bank Nagari ke bank syariah. “Kita juga telah melakukan berbagai upaya agar realisasi konversi ini segera dilakukan. Apalagi seluruh pemilik saham sudah menyepakatinya,” tutur Walikota Padang tersebut.

Ia juga mengatakan, di tahun 2019 program kerja MES Sumbar menitikberatkan pada edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah dikalangan generasi muda, terutama pelajar tingkat SMA di seluruh Sumbar.


“Pemahaman ekonomi syariah harus terus digaungkan. Baik melalui media massa, media sosial, maupun melalui pelatihan. Agar, masyarakat dan generasi muda kita memahami dan tidak salah kaprah dalam mempraktekkan sistem syariah ini,” ungkap Mahyeldi pada Silatnas tersebut sebagai perwakilan dari MES wilayah barat.


Disamping itu, Mahyeldi menambahkan, MES Sumbar juga mendorong berbagai program-program syariah Pemerintah Kota Padang, seperti  kegiatan Padang bersih dari Maksiat, LGBT dan Narkoba, sosialisasi dan evaluasi KJKS, serta kegiatan Dekopinda.


Silaknas MES 2018 dengan tema "Meningkatkan Sinergitas dan Kontribusi MES Terhadap Pembinaan Umat dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia” dibuka Ketua Umum MES Pusat, Wimboh yang juga Ketua OJK RI. Diikuti seluruh MES wilayah se-Indonesia dan beberapa Pengurus MES Luar Negeri. Dan dari MES Sumbar diikuti Ketua III MES Sumbar Edi Dharma, Ketua IV Rais serta pengurus daerah MES Bukittinggi dan Padang Pariaman.


Dikesempatan itu juga digelar Seminar MES dengan pembicara dari OJK, Praktisi Bank Syariah Mandiri, KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) dan moderator Adiwarman A Karim. (SN)

Untuk Meningkatkan Nilai Kearifan Lokal Forum Keserasian Sosial Rimbo Tarok Kembali Adakan Diskusi Kedua Tematik


Forum keserasian Sosial Rimbo tarok kembali adakan diskusi kedua Tematik( 5/12)

Untuk meningkatkan nilai nilai kearifan lokal dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat Forum keserasian Rimbo Tarok Gunung Sarik kuranji padang kembali hal adakan diskusi tematik kedua

Diakusi yang dilaksanakan sehari penuh ini dihadiri beberapa nara sumber . Kepala Dinas Sosial Sumbar yang diwakili Kabid Bajamsos Irwan Basir Dt Rajo Alam SH. MM Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul , Camat Kuranji yang di Wakili Sekcam , Kapolsek Kuranji yang diwakili KantibBinmas ,pendamping keserasian Sosial Yudi dan lurah Gunung Sarik. Juga di hadiri lebih kurang seratus orang tokoh masyarakat dan masyarakat Gunung Sarik.

Irwan Basir  dalam diskusi tersebut menyampaikan Program Kemensos melalui kearifan lokal telah mengkaji potensi potensi guna menyelesaikan Benang Benang merah yang terjadi di tengah masyarakat yang Homogen.

Disampaikan irwan lagi Ditengah kemajuan teknologi banyak pengaruh Sosial baik Positif maupun Negatif untuk itu dengan keserasian sosial ini  memberi peluang rasa solidaritas dan membangkitkan rasa kebersamaan yang sudah mulai hilang ditengah masyarakat, seperti gotong royong ," keserasian sosial adalah pentas untuk orang banyak untuk mencari solusi dalam penyelesaian masalah dan pencegahan Konflik Sosial ," tuturnya Irwan yang akrab di sapa IB kepada media ini.

Sementara Amasrul Kepala Dinas Sosial Koya Padang menyampaikan bahwa  saat ini Kota padang mempunyai masalah maksiat yang cukup mengkhawatirkan terutama pelaku LGBT mempunyai angka yang cukup tinggi di Kota Padang. Pelaku tidak saja dari ekonomi bawah tapi juga dari ekonomi menengah keatas. ," jika dibiarkan maka akan dikhawatirkan Kota Padang akan dihancurkan oleh Azab Allah seperti di Palu ,"ujar Amasrul.

," jadi program keserasian Sosial ini sangat bagus untuk pencegahan konflik di tengah masyarakat dalam mencari kesepakatan ditengah masyarakat," ungkap Amasrul.

Kapolsek diwakili Babinkantibmas Iptu Saharudin  mengatakan kerasian Sosial sangat berhubungan dan membantu tugas kepolisian kalau dimasyarakat kearifan lokal sudah kental mungkin tidak ada lagi masyarakat yang datang ke kantor polisi untuk melaporkan masyalah Hukum ," ungkap Saharudin .

Di kelurahan Gunung Sarik Kearifan lokal sudah sangat kental hal ini di sampaikan Yudi pendamping Sosial kota Padang dilihat dari rasa kebersamaan masyarakat sehari harinya saat gotong royong," rasanya saya dan keluarga pingin pindah dan tinggal di sini," ungkap Yudi lagi

Ketua Forum Keserasian Sosial Sudirman S.Sn sangat berterima kasih kepada dinas Sosial Sumbar dan Dinas Sosial Kota Padang yang telah membantu melalui keserasian Sosial dan terlaksananya kegiatan ini,"  tutur Sudirman

Ribuan Masyarakat 50 Kota Gelar Aksi Gerakan Penanggulangan Resiko Bencana

 
Betrans,LIMAPULUH KOTA,---- Ribuan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti Apel dan aksi gerakan pengurangan resiko bencana sekolah gunung, di Lapangan sepak bola Ulu Aie, Kecamatan Harau, Rabu (5/12/2018).
 
Kabupaten Limapuluh Kota merupakan Satu dari Dua daerah yang dipercaya sebagai lokasi digelarnya aksi ini oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Indonesia.. Bertindak sebagai pembina apel, Bupati Limapuluh Kota, dalam hal ini diwakili Sekda setempat, Widya Putra S,Sos M,Si. 

"Di Indonesia hanya Dua kabupaten yang Diberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan sekolah gunung , yaitu kabupaten Limapuluh Kota dan kabupaten Tasikmalaya di Jawa barat. Atas dasar ini kita patut berbangga mendapat kegiatan yang lauar biasa ini,"ujar Sekda Widya Putra dalam sambutannya.

Dikatakannya, hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran, membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, gotong royong yang baik sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan resiko bencana di wilayah masing-masing.

"Tujuannya mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi resiko bencana serta meningkatkan menciptakan jejearing atau komunikasi sebagai agen dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan resiko bencana,"ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Limapuluh Kota terus menghadapi resiko bencana yang semakin meningkat serta tantangan yang  semakin besar dalam mengelola dan mengurangi resikonya. "jumlah kejadian bencana di tahun 2017 berjumlah 54 kejadian sedangkan pada tahun 2018 sampai dengan bulan November sudah berjumlah 40 kejadian bencana. Dimana pada umumnya merupakan bencana  Hidrometeorologis (terkait air dan cuaca) seperti longosor, banjir dan kebakaran.

Peningkatan kejadian bencana terjadi akibat degradasi lingkungan serta besarnya pengaruh manusia dalam bencana-bencana tersebut. akbhir-akbhir ini  curah hujan sangat tinggi dan menyebabkan beberpa nagari di Limapuluh Kota  dilanda banjir yang mengakibatkan rumah, sawah , kebun dan kolam ikan masyarakat mengalami kerugian.

"Untuk itu, atas nama pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota, kami berharap seluruh peserta aksi ini, dapat menjadi garda terdepan untuk bisa mengedukasi masyarakat sekeliling untuk lebih peduli terhadap lingkungan. karena disaat kita peduli dengan alam, maka niscaya alampun akan peduli kepada kita semua,"pungkasnya.

kesempatan itu digelar berbagai rangkain kegiatan, diantaranya simulasi penanggulangan bencana kebakaran, penanaman pohon bersama sebagai bentuk aksi penanaman kembali hutan yang telah gundul, serta berbagai rangkain kegiatan lainnya.Ikut hadir, kepala-kepala OPD, camat, wali nagari, kejaksaan, aparat TNI dan polisi beserta ribuan masyarakat yang tersebar dari 79 nagari di berbagai Kecamatan  di Kabupaten Limapuluh Kota. (rel/ul)

Mursalim: Menwa Diharapkan Jadi Agen Pencegah Radikalisme

 
Betrans,Padang,Resimen Mahasiswa (Menwa) di Kota Padang diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menwa bukan sebuah organisasi masyarakat, melainkan sebuah lembaga pendidikan untuk mahasiswa. Karena, mahasiswa yang tergabung dalam menwa akan mendapatkan pendidikan dasar militer.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang, Mursalim sewaktu membuka Seminar Wawasan Kebangsaan bagi generasi muda melalui penanaman nilai-nilai kebhinekaan di Yonif 133 Yudha Sakti, Air Tawar Padang, Sabtu (1/12).
"Menwa, sangat diharapkan bisa menjadi panca indera di kampus atau perguruan tinggi masing-masing. Menwa merupakan partner dari  pimpinan kampus. Apabila ada situasi yang nantinya bisa mengganggu ketertiban kampus. Menwa akan berkoordinasi dengan rektor atau oejabat lainnya terkait antisipasi yang bisa dilaksanakan," katanya.
Ia menambahkan, Menwa juga diharapkan bisa mengantisipasi paham radikalisme. Karena saat ini banyak pihak yang mencoba menebar bibit bibit perpecahan melalui paham radikal di tengah tengah masyarakat. Kekuatan negatif itu harus segera dihadapi dengan kesiapan generasi muda untuk menangkalnya dengan paham kebangsaan yang kuat.
“Oleh karena itu, setiap generasi muda harus dibekali dengan nilai nilai kebangsaan dan patriotisme yang tinggi. Sehingga mampu menepis kekuatan negatif tersebut. Saya jadi heran, sepertinya ada banyak tokoh bangsa ini yang sengaja menebar paham paham radikal itu pada generasi muda bangsa. Ini tak bisa kita biarkan karena jangan sampai bangsa ini terpecah belah oleh mereka," kata Mursalim. (th)

Wali Nagari Non Petahana Dibekali Bimtek Perencanaan dan Pengelolaan Pembangunan di Nagari


Betrans,Padang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Wali Nagari dan Kepala Desa. Bimtek ini merupakan pembekalan bagi Wali Nagari dan Kepala Desa yang baru dan bukan petahana. Karena para Wali Nagari masih belum mengetahui merencanakan dan menggunakan dana desa yang jumlahnya setiap tahun semakin tinggi.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan melalui bimtek ini para Wali Nagari dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan amanat undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa beserta segenap peraturan pendukungnya. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan walinagari/kepala desa yang baru dilantik dapat berkembang dan meningkat dalam memahami tugas dan fungsinya masing-masing.
“Wali Nagari ini nantinya paham dengan perencanaan, pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat serta laporan pertanggung jawabannya yang transparan dan akuntabel,” ujar Gubernur Irwan.
Dengan memahami berbagai hal dalam tugas dan fungsinya itu, kata Irwan, para Wali Nagari yang masa jabatannya juga terbatas diharapkan dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Sebab, para mantan Wali Nagari telah memahami kegiatan legislasi yang dirumuskan bersama Bamus Nagari, LPM Nagari, KAN, Bundo Kanduang dan lainnya.
“Wali Nagari merupakan ujung tombak pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” kata Irwan.
Gubernur juga mengingatkan agar Wali Nagari melakukan perencanaan pembangunan dengan baik sehingga sesuai dengan harga yang jelas. Perencanaan pembangunan jangan ada yang fiktif, tingkatkan pelayanan publik dan jangan melakukan kesalahan. Karena pengawasan semakin ketat yang tidak hanya dari aparat penegak hukum tetapi juga dari masyarakat.
“Jangan sampai berurusan dengan aparat penegak hukum gara-gara melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan Nagari,” tukas Irwan. (*)hms

Guru Harus Mampu Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi


Betrans,Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional di lapangan Sport Center, Koto Padang. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan bertindak sebagai inspektur upacara yang membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Tantangan pendidikan di abad XXI semakin berat. Maka, sesuai tema yang diangkat dalam peringatan Hari Guru Nasional tahun 2018 ini, yakni “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”, meniscayakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” papar Bupati Sutan Riska membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi.
Revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor, sambung Bupati, harus disikapi dengan arif karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental. Untuk itu, diperlukan guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat tersebut. Guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global.
Akan tetapi, lanjut bupati lagi, walaupun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh. Peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut.
“Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik,” ujar Bupati.
Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian. Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya, termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak, serta sebagai inspirator bagi anak didiknya.
“Saat ini, kurang bijak rasanya jika kita hanya menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. Kita harus mampu mengarahkannya menjadi potensi positif alih-alih terkena dampak negatifnya. Terlebih pada tahun 2019 yang akan datang, penetrasi revolusi industri keempat akan masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan,” tukas bupati. (*)hms