Dirlantas Polda Sumbar Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

10 Pembaca






 Betrans.com PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas.

 

Imbauan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat.


Keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pengguna jalan. 


Baik pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat maupun pengguna jalan lainnya diharapkan dapat mematuhi seluruh aturan dan rambu-rambu lalu lintas.


Melalui kampanye tertib berlalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan. 


Pemeriksaan kendaraan secara rutin dinilai penting untuk mencegah terjadinya gangguan teknis yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan perawatan dan servis kendaraan secara berkala. Kondisi rem, ban, lampu, mesin dan berbagai komponen penting lainnya harus dipastikan berfungsi dengan baik sebelum kendaraan digunakan untuk melakukan perjalanan.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, mengatakan, keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan.


Menurutnya, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan jajaran Ditlantas Polda Sumbar, mulai dari kegiatan sosialisasi, edukasi, penegakan hukum hingga kampanye keselamatan kepada masyarakat.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan serta budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.


Ia menjelaskan, salah satu hal mendasar yang harus diperhatikan pengendara adalah kesiapan kendaraan dan kesiapan diri sebelum melakukan perjalanan.

 

Kendaraan yang digunakan harus dalam kondisi layak jalan, sementara pengendara juga harus berada dalam kondisi sehat dan mampu berkonsentrasi saat berkendara.


Ditlantas Polda Sumbar juga mengingatkan para pengendara sepeda motor untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm berstandar keselamatan.



Sementara pengemudi kendaraan roda empat diminta untuk menggunakan sabuk pengaman selama berada di dalam kendaraan.


“Jangan pernah mengabaikan perangkat keselamatan. Penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki peran yang sangat besar dalam mengurangi risiko fatal apabila terjadi kecelakaan,” katanya.


Selain penggunaan perlengkapan keselamatan, masyarakat juga diminta untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan marka jalan.

 

Pengendara diharapkan tidak menerobos lampu lalu lintas, melawan arus, berkendara melebihi batas kecepatan serta melakukan tindakan lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Kombes Pol Reza menegaskan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dibangun dari kesadaran pribadi, bukan semata-mata karena adanya petugas kepolisian di jalan.


Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab sosial setiap individu. Sebab, satu pelanggaran kecil yang dilakukan di jalan raya dapat menimbulkan dampak besar, bahkan berpotensi mengancam keselamatan banyak orang.


“Maksud dan tujuan dari imbauan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa setiap perjalanan harus diawali dengan kesiapan dan diakhiri dengan keselamatan. Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi seluruh pengguna jalan,” ungkapnya.


Ia menambahkan, Ditlantas Polda Sumbar akan terus mengedepankan langkah-langkah edukatif dalam membangun kesadaran masyarakat.


Pendekatan humanis melalui sosialisasi keselamatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.


Namun demikian, upaya edukasi tersebut juga akan berjalan seiring dengan penegakan aturan terhadap pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Dahulukan Pejalan Kaki


Dalam imbauan tertib lalu lintas tersebut, Ditlantas Polda Sumbar juga mengajak para pengendara untuk memberikan perhatian dan penghormatan kepada pejalan kaki.


Pejalan kaki merupakan bagian dari pengguna jalan yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibandingkan pengendara kendaraan bermotor. Oleh karena itu, pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki, terutama saat berada di kawasan penyeberangan.


Budaya saling menghormati antar pengguna jalan dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman.


Pengendara tidak hanya dituntut untuk memahami aturan, tetapi juga harus memiliki sikap toleransi, kesabaran dan kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya.


“Harapan kami, masyarakat Sumatera Barat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat. Jangan menunggu terjadi kecelakaan baru menyadari pentingnya keselamatan. Mari kita jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya bersama,” tutur Kombes Pol Reza.


Ia berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.


Menurutnya, keberhasilan menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat.


Keselamatan Dimulai Sebelum Berkendara


Sebelum melakukan perjalanan, masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kendaraan. Kondisi ban harus diperhatikan, termasuk tekanan angin dan tingkat keausan.

 

Sistem pengereman, lampu utama, lampu sein serta komponen lainnya juga harus dipastikan berfungsi dengan baik.


Servis kendaraan secara berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelayakan kendaraan.

 

Kendaraan yang tidak dirawat dengan baik dapat mengalami gangguan teknis secara tiba-tiba dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.


Selain kesiapan kendaraan, kondisi fisik dan mental pengendara juga tidak kalah penting. 


Pengendara diharapkan tidak memaksakan diri berkendara ketika sedang mengantuk, lelah atau dalam kondisi yang dapat mengganggu konsentrasi.


Ditlantas Polda Sumbar mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan atau keinginan untuk segera sampai di tempat tujuan.


“Lebih baik terlambat beberapa menit daripada kehilangan keselamatan. Jalan raya adalah ruang bersama yang digunakan oleh banyak orang. Karena itu, setiap pengguna jalan harus memiliki kesadaran untuk saling menjaga,” ujar Kombes Pol Reza.