Wakil Ketua Komisi VII DPR- RI Saat Datangi IAIN Bukittinggi

BUKITTINGGI - Degradasi moral yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini disebabkan minimnya pemahaman generasi bangsa terhadap 4 pilar kebangsaan dan bernegara yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.Tentu saja hal ini terus menjadi sorotan dan prioritas utama untuk dibenahi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR- RI).
"Padahal empat pilar itu adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam berbagai dimensi strategis kehidupan bermasyarakat," ungkap Ir.Mulyadi (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI) Fraksi Demokrat saat mengawali sambutannya dihadapan ratusan Mahasiswa IAIN Bukittinggi pada acara pembukaan kegiatan Sosialisasi
Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan pada Sabtu 3 September 2016 di Aula Kampus Pasca Sarjana IAIN Bukittinggi.Mulyadi menyebutkan, empat pilar kebangsaan tersebut merupakan modal utama dan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia sehingga nasionalisme yang dibangun bukan hanya sekedar jargon, tapi harus menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Situasi terkini kondisi bangsa harus dipahami semua komponen bangsa, terangnya.Mulyadi juga mendukung elemen mahasiswa tetap kritis menyikapi berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini, namun para mahasiswaa diimbau untuk tidak melakukan tindakan melawan hukum(anarkis). Karena itu, mahasiswa jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas yang bermaksud memecah belah kedaulatan republik ini, ungkapnya.
Ratusan mahasiswa IAIN yang mengikuti agenda ini juga memanfaatkan sesi tanya jawab dengan Mulyadi yang pada periode sebelumnya (2009 - 2014) berada di Komisi V DPR- RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat. Terutama hal-hal berkaitan dengan tupoksi DPR-RI dan persoalan hangat yang tengah terjadi.