Walikota Ringankan Derita Korban Puting Beliung

Betrans, PADANG – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Tiga Kepala Keluarga (KK) di RT 3 RW 15, Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah menjadi korban angin puting beliung Selasa (7/2) dini hari. Akibat kejadian itu, tiga atap rumah mereka terbang diterjang angin tersebut.
Ketiga rumah yang menjadi korban angin puting beliung yakni milik Armen, Ujang dan Zamzami. Ketiganya tinggal saling berdekatan. Ketika angin puting beliung menerjang, semuanya sedang tertidur pulas.
Dalam kejadian itu, tiga atap rumah rumah plus kuda-kuda dibawa angin. Sehingga mengakibatkan ketiga rumah tanpa atap. Beruntung setelah kejadian itu pihak Dinas Sosial Kota Padang bergegas datang ke lokasi memberikan bantuan terpal. Terpal dipasangkan sebagai pengganti atap agar ketiga keluarga ini tak lagi kehujanan maupun kepanasan.
“Untuang Pak Wali jo Dinas Sosial datang kamari, kami indak bahujan bapaneh (Untung Walikota dan Dinas Sosial segera datang, sehingga kami tidak kehujanan dan kepanasan),” ujar Armen saat ditemui di rumahnya, Kamis (9/2) siang.
Diceritakan Armen, pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.30 Wib, dirinya dan sekeluarga sedang tertidur pulas. Tak lama setelah itu dirinya mendengar bunyi cukup keras. Seketika dirinya terbangun. Saat melihat ke atas, atap dan kuda-kuda rumah sudah tak ada lagi.
“Atok jo kudo-kudo tabang sarupo parasut (Atap dan kuda-kuda rumah terbang seperti parasut),” ungkapnya.
Sesaat setelah itu dirinya mendengar erangan dari dalam kamar anak dan menantunya. Sayup-sayup Armen mendengar suara memanggil meminta tolong. Armen mencoba mendobrak pintu kamar. Sayangnya, pintu kamar tertahan kayu balok yang jatuh menahan pintu.
“Limo kali ambo dongkak pintu, indak bisa tabukak (lima kali saya tendang pintu, tidak bisa juga terbuka),” tuturnya.
Beruntung, Zamzami yang tinggal di sebelah rumahnya datang membantu. Jenjang pun diambil. Zamzami kemudian memanjati dinding kamar dan melihat anak dan menantu Armen terhimpit atap seng dan batu bata. Zamzami dan warga sekitar bergegas menolong.
“Alhamdulillah anak dan menantu saya hanya lemas dan luka lecet,’ sebut Armen.
Rumah lain milik Zamzami dan Ujang juga mengalami hal serupa. Tanpa atap dan kuda-kuda rumah. Kini mereka berteduh di bawah terpal.
Kamis (9/2) siang itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mendatangi ketiga rumah tersebut. Walikota nampak prihatin atas kejadian yang menimpa. Saat itu juga bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang diberikan Walikota Padang kepada ketiga kepala keluarga.
“Mudah-mudahan bantuan darurat ini dapat meringankan beban keluarga yang ditimpa musibah,” ujar Mahyeldi.
Armen dan Zamzami berucap syukur setelah menerima bantuan dari Walikota Padang. Dirinya berterimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memperhatikan mereka.
“Mudah-mudahan sasudah iko ado bantuan bahan bangunan untuk kami bisa ma atok rumah (mudah-mudahan setelah ini ada bantuan bahan bangunan untuk kami bisa mengatapi rumah kami),” harap Zamzami.
Sementara itu, Ketua LPM Batipuh Panjang Syamsurizal Dt Rajo Dubalang mengatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Padang cukup meringankan korban. Menurut taksirannya, kerugian yang dialami masing-masing kepala keluarga mencapai Rp 30 juta.
“Sebenarnya yang menjadi korban angin puting beliung tidak saja tiga kepala keluarga. Namun di Batipuh Panjang ini semuanya mencapai sebelas rumah,” katanya.
Kejadian angin puting beliung ini cukup membuat trauma ketiga pemilik rumah. Apalagi setelah kejadian itu Armen dan dua kepala keluarga lainnya melihat sendiri atap seng rumahnya bergelayut di kabel listrik tegangan tinggi yang berada sekitar 100 meter di depan rumah mereka. Meski langit-langit rumahnya telah ditutupi terpal, namun Armen dan keluarga memilih tidur di bagian dapur yang beratap darurat