Breaking News

Irwan Prayitno Buka Silek Arts Festival 2018.


Betrans,Padang – Silek merupakan karakter kepribadian orang Minang dalam menjaga harga diri dan martabat untuk bertahan menjalani kehidupan. Silek juga sarat dengan keimanan berupa Ketuhanan yang setiap gerak memiliki filosofi kekuatan alam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno pada saat membuka Silek Arts Festival 2018. Silek Arts Festival juga sebagai bagian dari kegiatan platform kebudayaan Indonesiana 2018 Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Lebih lanjut Gubernur Irwan Prayitno menuturkan, Silek Arts Festival 2018 dengan slogan “Panjapuik Piutang Lamo”. Maksudnya, menjemput kembali aset-aset budaya silek yang ada setiap nagari di masing-masing daerah karena selama ini belum terpedulikan.
“Betapa gerak dan dinamika permainan silek yang diciptakan oleh orang-orang tua kita dimasa lalu sarat dengan filosofi tinggi. Ini merupakan budaya karakter orang Minang sejak dahulunya,” ujar Irwan.
Dikatakan Irwan, ada banyak ragam, pesona yang berbeda-beda dari masing-masing sasaran silek. Ini adalah aset intelektual yang mesti dilestarikan kembali bagi generasi muda Sumatera Barat. Sebab, silek dapat diaktegorikan sebagai bagian dari pendidikan berkarakter bagi generasi muda.
“Sopan santun, tahu jo garak jo garik, ketulusan budi, keimanan dan hormat saling menghargai menjadi sikap prilaku bagi orang Minang dimanapun berada baik di rantau dan di ranah,” ujarnya.
Irwan Prayitno juga menyampaikan kebanggaannya lantaran olahraga Silat telah memberikan kontribusi emas terbanyak Indonesian di Asian Games lalu. Hal ini salah satu bukti, budaya ini bagian dari prestasi dan kebanggaan bangsa ini.
Selain itu, silat juga telah masuk Box Office perfilman dunia diberbagai negara maju. Silat bukan lagi aset yang tersimpan di Sumbar – Indonesia saja tetapi telah menjadi salah satu budaya dunia. Dalam Silek Arts Festival 2018 yang akan ditutup pada tanggal 30 November nanti, akan menampilkan berbagai macam silek dan budaya lainnya di 8 daerah kabupaten/kota di Sumbar.
“Semoga ini menjadi momentum kita untuk kembali bangkit melestarikan silek bagi kalangan generasi muda dimasa-masa mendatang,” harap Irwan.
Delapan kabupaten/kota yang terlibat aktif yaitu Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok dan kabupaten Padang Pariaman. Pelaksaan SAF 2018, dari tanggal 3 September hingga 10 November 2018.
Hadir dalam pembukaan tersebut, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Imar Farid P.Sd, Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Forkopimda, Walikota Padang, Plt Sekda Nasir Ahmad, Kadis Kebudayaan Dra. Gemala Ranti, MSi, Kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumbar, tua-tua silek se-Sumatera Barat. (*)
PT. Transisi Inter Media, Mengucapkan: Selamat datang di Website Beritatransisi.com, Terima kasih telah berkunjung di Website kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Edison Effendi