Dirut PT Semen Padang Sampaikan Aspirasi Pada Ketua DPRD Kota Padang


Betrans,PADANG - Yosviandri, Direktur Utama PT Semen Padang melakukan silaturahmi bersama jajarannya dengan Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti didampingi Gustin Pramona dan Yuhilda Darwis diruang kerja Ketua DPRD Kota Padang, Rabu (17/1).

Dirut menjelaskan ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat masih aktif sebagai mitra Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang. Catatan perusahaan, sepanjang tahun lalu PT Semen Padang telah menyalurkan pinjaman modal usaha sebanyak Rp 8,2 miliar kepada 327 UMKM mitra binaan. Seluruh angka tersebut tersebar tak hanya Kota Padang, namun juga 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Angka UMKM yang dijangkau Semen Padang pada tahun lalu menambah ribuan UMKM yang sudah terbantu Semen Padang sejak program CSR bergulir pada 1987 lalu. Kepala Biro CSR PT Semen Padang Muhammad Ikrar menyebutkan, hingga saat ini terdata sebanyak 1.678 UMKM yang masih aktif menjadi mitra binaan CSR Semen Padang.

Tak hanya sekadar menyalurkan bantuan modal, CSR Semen Padang juga rutin memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh UMKM mitra binaan yang ada.

"Bahkan untuk tahun lalu total anggaran yang dikeluarkan CSR dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM mitra binaan, mencapai Rp 900 juta. Pembinaan yang dilakukan CSR, diantaranya melalui berbagai pelatihan," kata Yosviandri di kantor DPRD Kota Padang.

Bila pemberian modal dan pembinaan sudah dilakukan, maka pekerjaan rumah bagi Semen Padang selanjutnya adalah penyediaan akses pasar. Hal ini dijawab Semen Padang dengan memberikan peluang UMKM untuk mengikuti berbagai kegiatan promosi. Di antaranya, melalui pameran tingkat nasional maupun lokal.

"Selama 2018, berbagai pameran yang diikuti mitra binaan di antaranya Pekanbaru Expo, Batam Expo, Sumbar Expo, Pariaman Expo dan Padang Expo. Semua pameran yang diikuti mitra binaan itu difasilitasi CSR, termasuk menanggung biaya selama mengikuti pameran," katanya.

Pemasaran di level lokal juga difasilitasi perusahaan melalui Gallery Balanjo Oleh-oleh Khas Sumatera Barat yang berada di Jalan Pemuda Kota Padang. Di sana, terdapat ratusan produk dari puluhan mitra binaan yang dijual. Namun, lanjut Ikrar, tak semua produk UMKM mitra binaan yang bisa dipasarkan di Gallery Balanjo. Produk-produk yang dijual di sana harus memenuhi standar baku terutama untuk kualitas produk, kemasan, dan kesehatan. Pemasaran di Gallery Balanjo juga bisa dilakukan secara daring, di situs gallerybalanjo.com.

"Seluruh produk mitra binaan yang dijual di Gallery Balanjo Oleh-oleh Khas Sumatera Barat Jalan Pemuda, dapat dipesan melalui website gallerybalanjo.com," ujarnya.

Namun akibat kebijakan pemerintah tentang harga tiket dan zero commission yang diberlakukan salah satu maskapai juga bisa membuat agen travel gulung tikar. Kemudian, bagasi berbayar akan membunuh usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pengunjung berpikir ulang bila mau membeli oleh-oleh, karena beban ongkos bagasi pesawat.

“Kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar ini memberikan efek domino yang luar biasa, seperti pelaku UMKM. Banyak pemilik toko oleh-oleh seperti kripik balado mengeluh karena lemahnya jual beli. Padahal, lebih 90 persen produk yang dijual di toko oleh-oleh tersebut merupakan produksi UMKM," terangnya.

Elly Thrisyanti menjelaskan DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Wakil rakyat Kota Padang akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat sesuai tupoksinya.

Semua permasalahan akan dibawa dalam rapat pimpinan dan kesimpulan rapat akan dilanjutkan ke alat kelengkapan dewan. Komisi yang bersangkutan akan menindaklanjutinya bersana stakeholder terkait mencarikan solusi permasalahan dimaksud, dalam hal ini komisi II dan IV.