Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq Perkuat Komitmen Wujudkan Jalan Aman dan Berkeadaban Selama Puasa
Betrans.com SUMBAR | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, langit Ranah Minang terasa berbeda. Doa-doa menggema dari surau dan masjid, pasar pabukoan mulai bersolek, dan denyut kehidupan masyarakat meningkat menjelang waktu berbuka. Di tengah suasana religius yang kian menguat itu, H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, menyampaikan pesan yang tak sekadar seremonial, melainkan penuh makna dan tanggung jawab.
Sebagai Dirlantas Polda Sumatera Barat, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya ruang untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga memperbaiki sikap dalam kehidupan sosial, termasuk di jalan raya. Baginya, disiplin berlalu lintas adalah refleksi kedewasaan spiritual.
Ramadhan, kata dia, mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Nilai itulah yang semestinya hadir ketika tangan menggenggam setir dan kaki menginjak pedal gas. Jangan sampai niat mengejar waktu berbuka justru berubah menjadi kecerobohan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia menyoroti pola tahunan yang selalu berulang. Mobilitas masyarakat meningkat tajam menjelang magrib dan selepas salat tarawih. Pusat kuliner, kawasan masjid, hingga jalur-jalur protokol dipadati kendaraan. Dalam kondisi seperti itu, emosi mudah terpancing dan konsentrasi sering terpecah.
Menurutnya, disiplin sederhana seperti menggunakan helm standar, mengenakan sabuk pengaman, tidak melawan arus, serta menjauhi ponsel saat berkendara adalah bentuk tanggung jawab moral. Keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Keluarga menunggu kita pulang dalam keadaan utuh,” tegasnya dengan nada yang tenang namun penuh penekanan.
Selama Ramadhan 1447 H, jajaran Ditlantas akan mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, memperkuat patroli pada jam-jam krusial, dan meningkatkan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Pendekatan yang diusung bukan semata penindakan, melainkan pencegahan dan pembinaan.
Ia menekankan bahwa budaya tertib harus lahir dari kesadaran, bukan karena takut sanksi. Jalan raya adalah ruang publik yang mempertemukan berbagai karakter, sehingga empati menjadi kunci utama untuk mencegah konflik dan kecelakaan.
Ramadhan juga menjadi momentum introspeksi kolektif. Jika selama ini masih ada kebiasaan melanggar lampu merah atau berkendara ugal-ugalan, bulan suci ini diharapkan menjadi titik balik untuk berubah. Perbaikan diri dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten.
Dalam suasana penuh berkah itu, ia mengajak masyarakat Sumatera Barat menjadikan setiap perjalanan sebagai bagian dari ibadah sosial. Melindungi nyawa, menghormati pengguna jalan lain, dan mematuhi aturan adalah wujud nyata menjaga kehidupan.
Tak hanya sebagai pejabat kepolisian, ia juga berbicara sebagai kepala keluarga. Bersama keluarganya, ia menitipkan doa agar Ramadhan kali ini membawa kedamaian, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh warga Sumbar.
Baginya, ketertiban lalu lintas bukan sekadar target institusi, melainkan cita-cita bersama untuk menciptakan jalan raya yang berkeadaban. Jalan yang aman adalah cermin masyarakat yang dewasa dan bertanggung jawab.
Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi penguat karakter, bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam etika berkendara. Kesabaran saat macet, kerelaan memberi jalan, dan kepatuhan pada rambu adalah praktik nyata nilai-nilai keagamaan.
Di tengah semangat memperbaiki diri, pesan itu menggema jelas: ibadah harus berjalan seiring dengan keselamatan. Jangan sampai euforia Ramadhan justru meninggalkan duka di jalan raya.
Dengan komitmen yang ditegaskan sejak awal, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq memastikan jajarannya hadir untuk mengawal bulan suci agar tetap aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan puasa dengan khusyuk tanpa dihantui risiko kecelakaan.
.jpg)



