Veto Obama atas RUU JASTA Ditolak

BETRANS COM, Washington- Kongres Amerika Serikat menolak veto Presiden Barack Obama atas rancangan undang-undang yang memungkinkan keluarga korban serangan teroris 11 September 2001 menuntut Arab Saudi.
Penolakan dengan angka mutlak ini merupakan kali pertama dalam sejarah kepemimpinan Obama selama delapan tahun terakhir.
Pemungutan suara di Kongres AS, Kamis (29/9/2016) WIB, berakhir dengan 348 menolak dan 77 mendukung.
Senat juga sebelumnya menentang veto tersebut dengan 97 melawan satu suara.
Jumlah itu lebih dari dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk membatalkan veto presiden. Demikian diberitakan AFP
Hasil ini merupakan pukulan keras terhadap Obama yang sejak lama berjuang untuk membuahkan UU yang dikenal sebagai sponsor keadilan melawan terorisme (the Justice Against Sponsors of Terrorism Act- JASTA).
Menanggapi hasil ini, Obama menyebutnya sebagai sebuah preseden yang berbahaya. 
"Saya mengerti mengapa hal ini bisa terjadi," kata Obama dalam wawancara dengan CNN.
"Jelas, kita semua masih membawa bekas luka dan trauma kejadian 11 September itu," kata dia lagi. 
Obama pun mengatakan keputusan Kongres ini bakal merugikan kepentingan nasional AS.
Diberitakan BBC, veto Obama terhadap RUU itu berlandaskan alasan akan munculnya potensi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, tentara, dan para pejabat digugat secara hukum di luar negeri.
Selain itu ada kekhawatiran akan mengganggu hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi, salah satu sekutu dekat Washington di Timur Tengah.
Menurut Obama, para anggota parlemen yang setuju untuk mengesampingkan RUU ini tak memahami apa yang terkandung didalam aturan tersebut.
Obama lantas menyebut keputusan ini sebenarnya didasari oleh pilihan politis semata.
Jurubicara Gedung Putih Josh Earnest sebelumnya telah menyebut bahwa pemungutan suara di senat merupakan hal paling memalukan dalam beberapa dekade terakhir. 
"Pada akhirnya senator ini akan harus menjawab hati nurani mereka sendiri dan juga kepada konstituen mereka tentang tindakan mereka hari ini," kata Earnest kepada wartawan dalam perjalanan bersama Obama di Richmond, Virginia.
RUU ini mengubah UU tahun 1976 yang melindungi negara-negara lain dari gugatan hukum di Amerika Serikat.
Dengan demikian, keluarga korban serangan 11 September 2001 berhak menggugat Pemerintah Arab Saudi, yang dituduh berperan dalam serangan di New York dan Washington tahun 2001, yang diperkirakan menewaskan 3.000 orang.
Sebelumnya, RUU ini membuat Arab Saudi berang dan mengancam akan menjual berbagai surat berharga dan aset-aset mereka di AS yang bernilai 750 miliar dollar AS atau hampir mencapai Rp 10.000 triliun.
Selama delapan tahun kepemimpinannya, Obama telah mengeluarkan 12 veto. Baru kali inilah veto Obama ditolak. Sebuah prestasi yang langka mengingat Kongres "dikuasai" oleh Partai Republik. 
Bahkan, Presiden republiken George W. Bush yang juga mengeluarkan 12 veto selama karirnya, mendapatkan empat kali penolakan.