DPRD Kota Padang Gelar Acara Coffee Morning Bersama Walikota Padang


Betrans,Padang (Sumatera Barat)-Untuk meningkatkan silaturahmi dan sinergitas diantara unsur Forkopimda di kota Padang, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang gelar acara coffee morning bersama Walikota Padang, seluruh unsur pimpinan Forkopimda, jajaran OPD lingkup Pemko serta organisasi kepemudaan, di gedung bundar DPRD Kota Padang. Kamis, (3/1/2019).

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Padang, Elly Thrisyanti,"coffee morning yang diadakan DPRD Kota Padang sebagai ajang silaturrahmi dengan Pemko Padang, Forkopimda dan perwakilan masyarakat dari Ormas dan OKP untuk melahirkan gagasan dan ide cemerlang dalam memecahkan segala persoalan untuk memacu pertumbuhan pembangunan Kota Padang di 2019."tuturnya.

“Tidak hanya di forum resmi dan rapat-rapat formal, melalui coffe morning ini, kita juga membicarakan kesuksesan pelaksanaan Pileg dan Pilpres di Kota Padang. Termasuk merancang perencanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi”, imbuh Elly.



Tambahnya, mensukseskan pelaksanaan Pileg dan Pilpres merupakan tanggungjawab bersama, termasuk kontribusi DPRD Kota Padang untuk menghadirkan Pileg dan Pilpres yang aman, tertib dan badunsanak. Untuk itu, mari kita bersama-sama menghadirkan Kota Padang yang lebih baik lagi.

"Kami berharap setiap anggota DPRD Kota Padang tetap bekerja maksimal. Meski dengan kesibukannya sebagai anggota DPRD dan anggota partai, keduanya tetap dijalankan secara maksimal guna mempercepat pembangunan di Kota Padang,"ujar Elly.

Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi menegaskan,"percepatan pembangun Kota Padang yang on the track terutama di tahun politik memerlukan sinergitas, harmonisasi dan komunikasi intens seluruh pihak. Termasuk keterlibatan aktif seluruh masyarakat."ujar Walikota Padang dalam kesempatan tersebut.


"Tidak ada yang susah untuk dilakukan. Semua rintangan bisa diselesaikan, asalkan kita mau untuk saling menguatkan. Dengan satu niat, menghadirkan suasana kondusif di tahun politik. Untuk itu, Panwaslu harus maksimal dalam menegakkan aturan, dalam menghindari potensi-potensi yang bisa memecah belah persatuan. Seperti penggunaan isu SARA, hoax, politik uang, teror dan sebagainya." tegas Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Muhammad Sawati  mengatakan, KPU Kota Padang sudah menetepkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 551.817 pemilih untuk Pilpres dan Pileg 2019. Dan jumlah ini mengalami peningkatan dari jumlah pemilih dalam Pilkada Padang pada Rabu 27 Juni 2018 yakni 535.265 pemilih. "Jumlah pemilih bertambah sekitar 16 ribu pemilih dari Pilkada Padang 2018."jelasnya

Dikatakannya, data ini bersumbar dari jumlah DPT Pilkada Kota Padang 2018 ditambah data pemilih pemula hingga 17 April 2019 dari Disdukcapil selain itu jumlah pengguna KTP sementara atau surat keterangan sewaktu Pilkada Padang 2018

"Untuk jumlah pemilih pemula itu bertambah sebanyak 12 ribu dan pengguna KTP sementara itu mencapai 7.000 pemilih. Kemudian kami juga telah membersihkan pemilih ganda dan pemilih yang telah meninggal dunia hingga 15 Agustus 2018." katanya.***