"MENANAM POHON AMAL"

Betrans.Padang.Semua orang tentu ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana doa kita: "Ya Allah berikan keberkahan di dunia dan di akhirat kepada kami". Bahagia adalah buah dari sebuah amal dan keridhaan Allah, namun sebelum memetik buah atau hasil kebahagiaan tersebut orang harus mulai menanam. Tanaman itu adalah tanaman amal kebaikan. Tanaman yang baik akan menghasilkan buah yang baik, tanaman yang memiliki akar yang kuat maka akan membuat tanaman lebih subur.
 
Pohon tidak tiba-tiba kuat akarnya, itu merupakan suatu proses. Untuk itu dalam rangka menguatkan akar tersebut, maka pohon harus mendapatkan nutrisi dari dalam tanah yang sangat mengandalkan pohon itu sendiri. Untuk terus mencari makanan baru dan bantuan dari pihak eksternal berupa cahaya matahari sebagai fungsi kontrol.

Saudaraku..., untuk menguatkan motivasi amal kita, maka kita membutuhkan keterbukaan diri, selalu belajar dari pengalaman pribadi, menajamkan kecerdasan fitrah diri, kecerdasan spiritual melalui penelusuran sumber nilai-nilai kebenaran yang abadi kitab Allah dan sunah Rasul. Nilai ini dapat kita cari melalui apa yang telah bertebaran di muka bumi sebagai ayat kauniyah maupun ceramah para alim ulama atau kita dapat membukanya sendiri dari buku sumbernya. Ini mengandalkan mutabaah dakhiliyah kita kepada hati nurani dan kekuatan hubungan kita dengan Allah.

Namun cahaya matahari adalah bagian dari kontrol yang sangat kita butuhkan untuk menguatkan akar. Ini merupakan kekuatan mutabaah kharijiyah kita dari saudara yang lain untuk mengontrol aktivitas amal kita.

Saudaraku...., jangan biarkan jika kita melihat saudara kita bagaikan pohon yang tidak tumbuh amalannya, tidak berbuah pohonnya. Jadilah kita seperti sinar matahari yang selalu memberikan kebaikan kepadanya sebagai fungsi kontrol. Ikatan kita adalah ikatan kebaikan yang saling menutup kekurangan dan bukan mencari kekurangan.  Wallahu’alam...[oleh Hana Adhia, S.Si, M.Pd (Dosen Pendidikan Matematika UMMY Solok)]