Elfauzi mengunjungi Mesjid Taqwa Padang Pasir Kecamatan Padang Barat

Betrans.Padang.Atas nama Walikota Padang, Kasubag Humas, Protokoler dan Publikasi  Sekretariat DPRD Kota Padang Elfauzi mengunjungi Mesjid Taqwa Padang Pasir Kecamatan Padang Barat pada acara Zikir dan Doa dalam rangka HUT RI Ke- 74 Tahun 1440 H, Jumat (16/8/2019).
Elfauzi mengajak seluruh anak bangsa harus bertekad untuk menghilangkan sifat-sifat keangkuhan, kesombangan, egoisme dan indisipliner dalam membangun bangsa. Karena, sifat-sifat tersebut, bangunan bangsa akan mudah runtuh dan diruntuhkan. Apalagi sifat itu dimiliki oleh penyelenggara negara.
Guna mengantisipasinya, dengan zikir kita bisa menjaga hubungan silaturahim maka kita merajut persatuan dan kesatuan bangsa serta membangun ukhuwah islamiyah sesama umat Islam. Dalam ukhuwah wathoniyah sesama elemen bangsa dan ukhuwah basyariyah sesama manusia. Mudah-mudahan kiaakan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Elfauzi menghimbau masyarakat/jemaah Mesjid Taqwa Padang Pasir Kecamatan Padang Barat agar kembali merekat silaturahmi pasca Pemilu 2019. “Pesta demokrasi sudah usai, marilah kita mempertahankan kemerdekaan dengan membekali generasi muda agar menanamkan rasa saling menghormati,” ujarnya.
Dijelaskannya, kedatangannya mewakili Pemerintah Kota Padang guna memberitahukan pada masyarakat tentang pesan Walikota Padang mensyukuri dan merenungi kemerdekaan secara mendalam.
Sudah sejauh mana kita mampu memberikan karya terbaik pada bumi pertiwi ini. Adakah cita-cita kemerdekaan telah mampu kira wujudkan aecara hakiki ?
Sangat erat hubungannya dengan kemerdekaan, jika kita terjajah maka akan memikirkan nasib masing-masing. Tapi dengan adanya kemerdekaan yang kita peroleh maka kita saling menguatkan silaturahim demi persatuan dan kesatuan bangsa ini, imbuhnya.
“Benar, apa yang dikatakan Proklamator Ir. Soekarno, ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri’. Artinya, menggalang kekuatan melawan penjajah jauh lebih mudah daripada meruntuhkan kesombongan, keangkuhan, egoisme dan indisipliner warga bang sendiri”, ujarnya.
Ia juga mengatakan, bila sifat-sifat tersebut dibiarkan, maka ia akan menjadi api yang akan membakar rumah bangsa atau yang disebut juga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih lanjut dikatakan, tema “SDM Unggul Indonesia Maju” peringatan proklamasi kali sangat menarik dan memberikan pemahaman kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa pemerintah menyadari tentang perlunya perhatian lebih terhadap pembinaan Sumber Daya Manusia Indonesia kedepan.
“Kita hari ini adalah produk pembelajaran masa silam. Pemimpin hari esok adalah pembinaan hari ini. Ketika kita mempersiapkan generasi muda yang lemah hari ini, maka kita semua sedang mempersiapkan kehancuran masa depan bangsa. Pemahaman seperti ini harus kita camkan dalam sanubari kita masing-masing, agar segala kelemahan dapat diatasi sedari dini”, tutur Elfauzi.
Ia juga menambahkan, bonus demografi yang dimiliki seperti pisau bermata dua. Bila tidak cakap mengelolanya, ia akan menjadi mudarat untuk bangsa kedepannya. Sebaliknya, jika pengelolaan sumber daya manusia dilakukan sebaik mungkin, maka ia akan menjadi energi penggerak tersebar dalam mengiring bangsa ke arah kemajuan yang luar biasa.