Dinsos Padang Panjang Sosialisasi PUG dan PPRG


Betrans, Padang Panjang ~ Untuk mewujudkan penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota padang Panjang, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos, PPKBPPPA ) adakan Sosialisasi PUG dan Perencanaan, Penganggaran Reponsif Gender (PPRG).

Acara turut dihadiri Walikota Padang Panjang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Drs. Emir Emil Elmaulid, 40 peserta perwakilan dari OPD se-Kota Padang Panjang dan sebagai nara sumber di datangkan dari perwakilan Dinas Sosial PPKBPPPA Provinsi Sumatera Barat Henaldi, S.Pi.
Emir Emil Elmaulid dalam sambutan Wlikota mengatakan, PUG beserta penganggaraan ini sudah menjadi kebijakan Nasional dan ini harus di dukung dengan optimal.
“Program ini lebih mengarah kepada kesetaraan kita terutama di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang sendiri dan ini harus kita tingkatkan lagi, baik dalam bidang pekerjaan atau bidang lainnya,” jelas Emir.
Emir menambahkan program pengarusutamaan gender ini bukan hanya berlaku di Dinas Sosial PPKBPPPA saja, tapi menyeluruh disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Padang Panjang.
Sosialisasi ini bermaksud untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman PUG dan PPRG di SKPD, dimana ini nantinya akan lebih mengarah kepada kesetaraan gender bagi kaum Laki-Laki dan Perempuan.
Setiap Dinas memiliki tanggungjawab terkait pengarusutamaan gender agar dapat melakukan program yang mengcover khusus terkait perempuan.

Kebutuhan dan permasalahan antar Laki-laki dan Perempuan harus lebih disikapi karena keduanya sangat berbeda, namun dari kedua unsur tersebut tidak boleh dibedakan dalam lini sector pekerjaan, perempuan boleh menjadi atasan dari pada laki-laki apabila dia mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

Disamping itu, Henaldi menjelaskan bahwa PUG merupakan strategi mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender yang dimulai dan perencanaan penganggaran, pelaksanaan sampai pemantauan dan evaluasi.

Strategi PUG ini sejalan dengan penguatan peran perempuan dalam pembangunan. Tujuan PUG sendiri adalah untuk mempersempit dan bahkan meniadakan kesenjangan gender yang mengantarkan pada pencapaian dan keadilan gender.

“Kesetaraan dan keadilan gender akan jalan apabila laki-laki dan perempuan mendapatkan penghargaan yang setara sebagai manusia di dalam berbagai aspek kehidupan dan sama-sama mendapatkan akses, mampu, berpartisipasi dan memiliki control serta mendapatkan manfaat dari pembangunan,” tambah Henaldi.

Laki-laki dan perempuan memiliki kapasitas yang sama sebagai objek dan subjek dari pembangunan, apabila salah satu tidak ada maka pembangunan tidak akan terwujud.

PUG akan menjadi kebutuhan penting yang harus dilaksanakan oleh semua pihak baik Pemerintah, usaha dan masyarakat juga harus dilibatkan. Dengan adanya sosialisasi ini di harapkan dapat menambah wawasan mengenai PUG, menambah kepekaan untuk menyusun PPRG serta dapat memberikan pemahaman, penyamaan persepsi tentang PUG. (ki/rel)