Tim Respon Cepat Musnahkan Lalat dan Nyamuk di Sungai Andok

Betrans, Padang Panjang ~ Untuk menanggapi laporan dari masyarakat Sungai Andok terkait dengan banyaknya lalat dan nyamuk yang membuat kenyamanan dan kesehatan mereka terganggu, Pemerintah Kota Padang Panjang menurunkan tim respon cepat yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) dan Dinas terkait lainnya, Jum’at (2/2).

Kepala Dinas Kesehatan Drs. Nuryanuwar, A.Pt,MM,M.Kes langsung meninjau lokasi tersebut dan mengatakan, setelah ditinjau memang lokasi sangat memprihatinkan karena lalat serta nyamuk cukup banyak dari biasanya.

“Hal ini disebabkan oleh musim berkembang biaknya lalat tersebut, dan juga frekuensi limbah atau sampah yang ada memang harus kita deteksi terus kapan perlu di cek setiap hari nya,” ujar Nuryanuwar.

Muda-mudahan setelah dilakukan penyemprotan oleh Perkim LH, lalat serta nyamuk ini berkurang dan tidak mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar TPSA, tambah Nuryanuwar.

Dinas terkait sudah melakukan kesepakatan dengan Ketua Pemuda Sungai Andok, apabila kenyamanan masyarakat terganggu langsung lapor dan Dinas terkait akan bertindak langsung ke Lokasi.

Salah satu mengatasi banyaknya nyamuk dan lalat ini adalah dilakukan penyemprotan, dan ini sudah dilaksanakan oleh Dinas Perkim LH sendiri. Siang ini tim dari Dinas Perkim LH akan melakukan penyemprotan secara menyeluruh.

Selaras dengan Nuryanuwar, Kasimin, S.Sos selaku Kabid Pengelolaan Sampah Dan Pengendalian Pencemaran mengatakan, Dinas Perkim LH sendiri sudah melakukan penyemprotan secara menyeluruh di sekitar lokasi TPSA untuk lalat dan nyamuk ini.

“Kita akan mengatasi hal ini dengan cara penyemprotan, biasanya kita semprot satu kali sehari sekarang akan kita tambah menjadi 3 kali sehari dimulai dari pagi, siang dan malam, dan siang ini juga kami akan langsung laksanakan penyemprotan," ungkap Kasimin.

Kasimin menambahkan, pada penyemprotan malam hari akan di semprot lubang-lubang tempat bersarangnya nyamuk dan lalat, ini dilakukan agar membunuh dari pada telur-telur dari nyamuk dan lalat ini.

Kemungkinan besar lalat dan nyamuk ini bertambah banyak sebab sekarang ini adalah musim buah, dan kebanyakan sampah yang ada ini dari sampah buah tersebut.

Diharapkan nantinya kepada masyarakat agar mengurung ternaknya saat tim melakukan penyemprotan.

“Kami tidak mau saat melakukan penyemprotan ada ternak atau hewan peliharaan dari masyarakat berkeliaran lagi, dan mohon untuk mengurung ternaknya utnuk sementara,” tutup Kasimin.

Disamping itu, Hendra selaku Ketua Pemuda Sungai Andok mengatakan, sudah banyak warga disini sakit-sakitan, karena terlalu banyaknya lalat dan nyamuk yang bertebaran.

“Saya harap Pemerintah menindak lanjuti hal ini dengan cepat, kurangi lah lalat ini jangan sampai ada warga lain yang terkena penyakit lagi, jangan ditunggu kami sakit dulu baru ditanggapi, sekarang banyak adik-adik, uda-uda kami jatuh sakit karena hal tersebut,” kata Hendra. (ki/rel)