Walikota Solok.Zul Elfian,SH.MS.i Jamu Makan Malam Panitia Seminar Internasional FKIP UMMY Solok

Betrans.Solok- Wali Kota Solok Zul Elfian ,SH.MS.i mengapresiasi terselenggaranya Seminar Internasional yang diadakan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMY Solok. Seminar ini dilaksanakan 22-23 Oktober 2019 di Aula Kampus I Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok. Hal itu disampaikan Wako saat menjamu makan malam panitia Seminar Internasional tersebut dirumah kediamannya, Jalan Tembok Raya Kota Solok, Selasa (22/10/2019).
Menurutnya, menghadapi era industri 4.0 ini, FKIP UMMY Solok diharapkan terus melakukan berbagai inovasi teknologi dibidang ilmu pendidikan serta mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga dapat diterapkan kepada para tenaga kependidikan. “Salah satunya melalui seminar ini. Insyaallah dengan tema ‘Educational Challenge In Industrial Revolution 4.0 Di Era Revolusi Industri 4.0’ ini, peserta dapat membuat inovasi baru dari materi yang akan disampaikan narasumber,”
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMY Solok Dra.Rosmiyati, M.Pd mengatakan, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMY Solok berdiri pada tahun 1984 yang diresmikan oleh Pembantu Gubenur Wilayah III Hasan Basri yang dinamakan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang ketika itu berlokasi di Kota Solok Sumatera Barat. “Dengan berbagai romantika perjalanan yang telah dilewati dari masa ke masa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMMY Solok akhirnya menetap di Kota Solok Jalan jendral Sudirman Nomor 6 Kota Solok,” ungkapnya. Lebih jauh Dekan FKIP mengatakan terima kasih kepada Walikota Solok yang telah banyak membantu baik moril maupun materil sehingga acara seminar Internasional ini dapat terselenggara ,dengan adanya momentum ini akan dijadikan batu loncatan bagi FKIP UMMY Solok untuk lebih mengembangkan institusi dan potensi sumberdaya manusia lebih baik lagi.
Sehubungan dengan itu, Dra.Rosmiyati, M.Pd berharap, melalui seminar Internasional yang diadakan ini, dapat mendorong semangat mahasiswa dan para peneliti sebagai generasi penerus bangsa untuk terus melakukan inovasi dibidang pendidikan. “Apalagi hadirnya industri 4.0 ini akan menimbulkan persaingan global yang semakin ketat sehingga mahasiswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, agar nantinya memiliki daya saing pada level regional, nasional maupun di level internasional,” sebutnya mengakhiri. (Yen).